kupu-kupu

Minggu, 04 November 2012

Kenangan Terakhir Bersama Dia :’)



Kenangan Terakhir Bersama Dia :’)

Bersahabat bersamamu selama 2 tahun adalah kenangan yang paling terindah bersamamu. Kemudian aku dan kamu mulai merasakan indahnya jatuh cinta pada saat bersahabat denganmu  adalah hal yang tak akan pernah kulupakan sampai kapanpun.
Catur. Ya itu adalah nama sahabatku yang akhirnya menjadi pacarku. Waktu itu aku sangat bahagia bisa kenal denganmu, pertama kali aku kenal kamu, waktu itu aku juga lagi main sama sahabatku, yang bernama Andi. Aku di kenalin sama catur lewat Andi. Awalnya aku dan catur memiliki sifat yang sama-sama cuek, akan tetapi pada akhirnya aku akrab juga dengan Catur. Berawal dari itu, Catur mulai meminta nomerku dan akhirnya kami menjadi sahabat yang berawal dari sms, dan kini persahabatan kami telah menginjak ke dua tahunnya.
Aku sering jalan-jalan sama dia,bagiku dia adalah orang paling baik yang pernah aku temui selama ini. Aku sudah mulai nyaman bersama dia,aku mulai ada rasa sama dia,diapun juga seperti itu terhadapku. Dia selalu memberi motivasi kepadaku dan ia selalu menjagaku selayak seorang kakak yang penuh perhatian kepada adiknya. Kini bagiku ia lah segalanya. Apapun itu yang penting aku mulai membuka lembaran hatiku kepada dia. Dia, Catur sahabatku.
Pada waktu malam minggu aku di ajak keluar bersama dia, awalnya aku takut kalau tidak boleh keluar rumah dengan ayahku, tetapi ternyata aku boleh keluar sama dia. Senangnya hatiku di bolehin keluar sama dia malam itu, waktu itu aku sangka aku cuma di ajak jalan-jalan sama dia, ternyata aku di bawa di suatu tempat yang mana mataku harus tertutup terlebih dahulu. Kemudian saat di buka kedua mataku, ternyata aku di bawa sama dia di tempat yang paling indah yang belum aku pernah datangi.
Waktu itu sudah jam 7 malam, di sana banyak sekali teman-temannya sekaligus ada sahabatku. Andi juga ikut datang di sana, awalnya aku bingung kenapa banyak sekali teman-teman Catur. Ada apa ini? Dan ternyata waktu itu Catur memanggil teman-temannya untuk membuat lingkaran, waktu itu aku dan Catur berada di tengah teman-temannya itu. Aku sedikit gugup,
            “sebenarnya ada apa kok pada ngumpul semua di sini?dan kenapa harus aku dan Catur yang berada di tengah teman-temannya?” Tiba-tiba Catur mengungkapkan rasa itu kepadaku, teman-temannya juga ikut bersorak “AYO YU,TERIMA CINTA DIA” , dan akhirnya pun aku menerima cinta dia.
            Waktu itu sudah menunjukkan puku 8, dan kini teman-temanku telah pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan aku, kini kutermenung dengan tersenyum riang membayangkan ketika Catur memberikanku sebuah kejutan tadi.
“apakah ini mimpi?atau Cuma khayalanku saja?”. Tiba-tiba aku tersentak saat ada yang menarik rambutku.
“ADUHH”.sambil menoleh ke belakang dan ternyata itu Catur. “Hehehe..maaf ndut aku sengaja”.
“ndut, aku nggak mimpi kan? Kok mimpiku jadi kenyataan ya ndut..hehehe..”jawabku.
“ini kenyataan kok, nggak mimpi”.kata catur sambil tersenyum
            Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Akhirnya, Catur mengantarku sampai rumah. Keesokan harinya aku dan Catur jalan-jalan memutari kota Gresik yang sangat SUMPEK, seperti biasanya aku dan Catur bercanda saat di jalan, kadang menggoda orang di jalan yang sedang makan di pinggir jalan, kadang juga aku sering mencubit pipinya.waktu pun terus berjalan hingga aku dan dia tidak bisa berhenti untuk tertawa. Pada waktu malam minggu aku di jemput Catur untuk jalan-jalan dan makan malam bersama d suatu cafe yang sangat indah. Dan pada saat aku dan catur makan bersama, aku dan dia memandangi bintang yang sangat indah bertaburan di langit.
“ehh, ada 2 bintang yang sangat terang di sana, itu yang satu kamu dan yang satunya lagi aku”. Kata Catur
“ahh...kamu itu ndut, mesti gitu kok, hahahahahaa,,,”. Kataku sambil tertawa.
“biarin lho , namanya juga pacarmu, jadi harus pinter merayu kamu biar kamu senang”.ujar Catur sambil tersenyum.
            Tiba-tiba saja saat aku sedang memandangi bintang-bintang yang indah itu. Catur menyanyikan sebuah lagu untukku yang berjudul #NAFF-KAULAH HIDUP DAN MATIKU#. Aku menangis terharu saat dia menyanyikan lagu itu, seakan-akan dia tidak mau kehilanganku. Selang berjalannya waktu, aku dan dia sering kali bersenang-senang hingga kepurukanku berawal. Tapi...... selang dua hari berlanjut, aku tidak mendapatkan kabar darinya. Kucoba menanyakan dirinya lewat sms, akan tetapi sepucuk kabar tak runtun darinya.
            Aku begitu khawatir, aku tidak tau akan mencarinya kemana lagi. Aku mencoba menelpon ibunya tidak di angkat, menelpon ayahnya tidak di hiraukan sama sekali, menelpon kakaknya yg pertama tidak di respon. Kekhawatiranku akhirnya terjawab saat kakaknya yang ke dua mengangkat teleponku saat itu. Ternyata Catur menginap di rumah sakit karena penyakt livernya kambuh lagi. Aku terdiam saat kakak nya berbicara di telepon waktu itu, air mataku berlinang saat itu, “kenapa Catur tidak mau berbicara denganku tentang penyakit yang di alaminya, apa dia tidak mau aku khawatir, atau dia sengaja tidak mau memberitahuku. Hemmm.....entahlah aku tidak tahu tentang hal itu”.
            Pada pagi harinya, Catur menelponku dan dia boleh pulang sekarang. Betapa bahagianya aku mendengar hal itu. Waktu aku pulang sekolah, Catur menjemputku dan mengajakku untuk berjalan-jalan lagi. Tanpa aku sadari aku mengingat ucapan kakaknya kemarin di telepon dan kakaknya berkata kalau aku harus menjaga dia, tidak boleh buat dia berfikir yang keterlaluan, dan menjaga pola makan Catur. Waktu aku sedang melamun tentang omongan kakaknya itu, Catur mengagetkanku dengan canda tawanya dan senyumnya yang sangat manis.
            Malam harinya, saat aku di ajak pergi bersama Catur aku di ajak makan malam berdua bersamanya. Tak lama kemudian, saat aku sedang makan tibatiba Catur mengeluarkan darah pada mulutnya dan aku langsung memanggil temannya untuk menghampiri aku dan Catur. Catur menggenggam tanganku dan seakan-akan dia tidak mau aku pergi jauh darinya. Waktu temannya sudah datang, aku,Catur dan temannya langsung menuju rumah sakit. Saat di rumah sakit aku menangis tiada hentinya, aku takut sekali kehilangan dia, takut terjadi apa-apa dengan dia. Saat dokter keluar dariruangannya dan dokter itu berkata bahwa Catur hanya kecapekan saja,dokter menyuruhnya istirahat yang cukup dan memperbolehkan Catur untuk kembali pulang ke rumahnya.
            Satu minggu kemudian, Catur main ke rumah dan meminta maaf ke orang tuaku dan terutama aku kalau dia pernah ada salah. Waktu Catur mau pulang, dia memelukku dengan erat dan dia berkata “ndut, maafin kesalahanku selama ini yang di sengaja atau tidak. Aku hanya ingin kamu, jangan pernah tinggalin aku, aku sangat mencintaimu, tapi aku mohon kalau aku tidak berada di sisimu nanti, aku minta tolong cari penggantiku yang lebih baik dariku, yang bisa menerima kamu apa adanya, dan yang tentunya ada di saat kamu sedih ataupun senang.”  Katanya sambil menangis. “ kamu bicara apa sih jangan bicara seperti itu, aku akan selalu menjagamu sampai kamu benar-benar sembuh.” Kataku sambil menangis. Dan akhirnya pun Catur pulang ke rumah, dan tak lama kemudian aku di telepon sama mamanya Catur dan beliau bilang kalau waktu Catur sampai di rumah dia langsung pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah dan sekarang dia masuk rumah sakit di ruang ICU.
            Pagi harinya aku sama temannya Catur langsung berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Catur. Waktu itu catur baru saja sadar dan mengigau namaku. Aku menangis tiada hentinya sambil memegang tangannya. Catur mulai membuka matanya dan melihat ke arahku sambil mengusap air mataku “udahlah jangan menangis lagi, aku kan udah bangun sekarang.” Katanya sambil tersenyum. Aku dan dia pun mulai bercanda-bercanda lagi dan waktu itu sudah sore dan aku harus kembali ke rumah. Di rumah pun aku sering telepon sama dia.
            Seminggu dia berada di rumah sakit, dan dia sms aku kalau dia sudah di perboleh kan pulang besok pagi. Tapi nyatanya Allah berkata lain waktu malam hari Catur menghembuskan nafas terakhir dan besok paginya aku baru di kasih tau kalau catur sudah tiada untuk selama-lamanya. Aku langsung datang ke rumahnya dan mayat dia tersenyum tetapi aku menangis dan tidak percaya kalau dia benar-benar pergi untuk selamanya. Mamanya mencoba untuk menenangkanku, dan mamanya kasih surat untukku dan surat itu di tlis catur 3 hari sebelum dia tiada
            “ Sebelum aku memejamkan ke 2 mataku, aku berharap orang yang sekarang mengisi hatiku gak akan pernah menghianati rasaku kepadanya.terus dan selalu mengerti akan rasaku terhadapnya, jika besok aku sudah tiada di dunia ini lagi, berikan dia penggantiku yang lebih dariku, yang lebih segala-galanya dariku. Aku tidak mau pergi dari tatapan matanya, yang solah melumpuhkan hati ini. Aku tidak ingin pisah darinya, tidak ingin jauh darinya, izinkan aku untuk selalu bersamanya ya Allah, karna dia telah mengajariku arti cinta, arti sebuah pengorbanan. Di setiap detik, fikiranku tidak pernah lepas darinya.”
“Aku sangat sayang kamu Ayu Luthfiyah.”
            Itu surat terkhir Catur yang tidak bisa aku lupakan untuk selama-lamanya.aku hanya bisa menangis saat aku mengingat tentangnya karena aku sangat rindu terhadapnya. Dan setelah aku membaca surat itu, aku mengantarkannya ke peristirahatannya yang terkhir dan aku hanya bisa berdoa agar alm. M. Catur Nugraha di terima di sisinya. Amin...

2 komentar: