Kenangan Terakhir Bersama Dia :’)
Bersahabat bersamamu selama 2 tahun adalah kenangan yang
paling terindah bersamamu. Kemudian aku dan kamu mulai merasakan indahnya jatuh
cinta pada saat bersahabat denganmu
adalah hal yang tak akan pernah kulupakan sampai kapanpun.
Catur. Ya itu adalah nama sahabatku yang akhirnya menjadi
pacarku. Waktu itu aku sangat bahagia bisa kenal denganmu, pertama kali aku
kenal kamu, waktu itu aku juga lagi main sama sahabatku, yang bernama Andi. Aku
di kenalin sama catur lewat Andi. Awalnya aku dan catur memiliki sifat yang
sama-sama cuek, akan tetapi pada akhirnya aku akrab juga dengan Catur. Berawal
dari itu, Catur mulai meminta nomerku dan akhirnya kami menjadi sahabat yang
berawal dari sms, dan kini persahabatan kami telah menginjak ke dua tahunnya.
Aku sering jalan-jalan sama dia,bagiku dia adalah orang
paling baik yang pernah aku temui selama ini. Aku sudah mulai nyaman bersama
dia,aku mulai ada rasa sama dia,diapun juga seperti itu terhadapku. Dia selalu
memberi motivasi kepadaku dan ia selalu menjagaku selayak seorang kakak yang
penuh perhatian kepada adiknya. Kini bagiku ia lah segalanya. Apapun itu yang
penting aku mulai membuka lembaran hatiku kepada dia. Dia, Catur sahabatku.
Pada waktu malam minggu aku di ajak keluar bersama dia,
awalnya aku takut kalau tidak boleh keluar rumah dengan ayahku, tetapi ternyata
aku boleh keluar sama dia. Senangnya hatiku di bolehin keluar sama dia malam
itu, waktu itu aku sangka aku cuma di ajak jalan-jalan sama dia, ternyata aku
di bawa di suatu tempat yang mana mataku harus tertutup terlebih dahulu.
Kemudian saat di buka kedua mataku, ternyata aku di bawa sama dia di tempat
yang paling indah yang belum aku pernah datangi.
Waktu itu sudah jam 7 malam, di sana banyak sekali teman-temannya
sekaligus ada sahabatku. Andi juga ikut datang di sana, awalnya aku bingung
kenapa banyak sekali teman-teman Catur. Ada apa ini? Dan ternyata waktu itu
Catur memanggil teman-temannya untuk membuat lingkaran, waktu itu aku dan Catur
berada di tengah teman-temannya itu. Aku sedikit gugup,
“sebenarnya ada apa kok pada ngumpul semua di sini?dan kenapa harus aku dan Catur yang berada di tengah teman-temannya?” Tiba-tiba Catur mengungkapkan rasa itu kepadaku, teman-temannya juga ikut bersorak “AYO YU,TERIMA CINTA DIA” , dan akhirnya pun aku menerima cinta dia.
“sebenarnya ada apa kok pada ngumpul semua di sini?dan kenapa harus aku dan Catur yang berada di tengah teman-temannya?” Tiba-tiba Catur mengungkapkan rasa itu kepadaku, teman-temannya juga ikut bersorak “AYO YU,TERIMA CINTA DIA” , dan akhirnya pun aku menerima cinta dia.
Waktu itu sudah menunjukkan puku 8,
dan kini teman-temanku telah pulang ke rumahnya masing-masing. Sedangkan aku,
kini kutermenung dengan tersenyum riang membayangkan ketika Catur memberikanku
sebuah kejutan tadi.
“apakah ini
mimpi?atau Cuma khayalanku saja?”. Tiba-tiba aku tersentak saat ada yang
menarik rambutku.
“ADUHH”.sambil menoleh ke belakang dan ternyata itu Catur. “Hehehe..maaf ndut aku sengaja”.
“ndut, aku nggak mimpi kan? Kok mimpiku jadi kenyataan ya ndut..hehehe..”jawabku.
“ini kenyataan kok, nggak mimpi”.kata catur sambil tersenyum
“ADUHH”.sambil menoleh ke belakang dan ternyata itu Catur. “Hehehe..maaf ndut aku sengaja”.
“ndut, aku nggak mimpi kan? Kok mimpiku jadi kenyataan ya ndut..hehehe..”jawabku.
“ini kenyataan kok, nggak mimpi”.kata catur sambil tersenyum
Waktu sudah menunjukkan pukul 9
malam. Akhirnya, Catur mengantarku sampai rumah. Keesokan harinya aku dan Catur
jalan-jalan memutari kota Gresik yang sangat SUMPEK, seperti biasanya aku dan
Catur bercanda saat di jalan, kadang menggoda orang di jalan yang sedang makan
di pinggir jalan, kadang juga aku sering mencubit pipinya.waktu pun terus
berjalan hingga aku dan dia tidak bisa berhenti untuk tertawa. Pada waktu malam
minggu aku di jemput Catur untuk jalan-jalan dan makan malam bersama d suatu
cafe yang sangat indah. Dan pada saat aku dan catur makan bersama, aku dan dia
memandangi bintang yang sangat indah bertaburan di langit.
“ehh, ada 2 bintang yang sangat terang di sana, itu yang satu kamu dan yang satunya lagi aku”. Kata Catur
“ahh...kamu itu ndut, mesti gitu kok, hahahahahaa,,,”. Kataku sambil tertawa.
“biarin lho , namanya juga pacarmu, jadi harus pinter merayu kamu biar kamu senang”.ujar Catur sambil tersenyum.
“ehh, ada 2 bintang yang sangat terang di sana, itu yang satu kamu dan yang satunya lagi aku”. Kata Catur
“ahh...kamu itu ndut, mesti gitu kok, hahahahahaa,,,”. Kataku sambil tertawa.
“biarin lho , namanya juga pacarmu, jadi harus pinter merayu kamu biar kamu senang”.ujar Catur sambil tersenyum.
Tiba-tiba saja saat aku sedang
memandangi bintang-bintang yang indah itu. Catur menyanyikan sebuah lagu
untukku yang berjudul #NAFF-KAULAH HIDUP DAN MATIKU#. Aku menangis terharu saat
dia menyanyikan lagu itu, seakan-akan dia tidak mau kehilanganku. Selang
berjalannya waktu, aku dan dia sering kali bersenang-senang hingga kepurukanku
berawal. Tapi...... selang dua hari berlanjut, aku tidak mendapatkan kabar
darinya. Kucoba menanyakan dirinya lewat sms, akan tetapi sepucuk kabar tak
runtun darinya.
Aku begitu khawatir, aku tidak tau
akan mencarinya kemana lagi. Aku mencoba menelpon ibunya tidak di angkat,
menelpon ayahnya tidak di hiraukan sama sekali, menelpon kakaknya yg pertama
tidak di respon. Kekhawatiranku akhirnya terjawab saat kakaknya yang ke dua
mengangkat teleponku saat itu. Ternyata Catur menginap di rumah sakit karena
penyakt livernya kambuh lagi. Aku terdiam saat kakak nya berbicara di telepon
waktu itu, air mataku berlinang saat itu, “kenapa Catur tidak mau berbicara denganku
tentang penyakit yang di alaminya, apa dia tidak mau aku khawatir, atau dia
sengaja tidak mau memberitahuku. Hemmm.....entahlah aku tidak tahu tentang hal
itu”.
Pada pagi harinya, Catur menelponku
dan dia boleh pulang sekarang. Betapa bahagianya aku mendengar hal itu. Waktu
aku pulang sekolah, Catur menjemputku dan mengajakku untuk berjalan-jalan lagi.
Tanpa aku sadari aku mengingat ucapan kakaknya kemarin di telepon dan kakaknya
berkata kalau aku harus menjaga dia, tidak boleh buat dia berfikir yang
keterlaluan, dan menjaga pola makan Catur. Waktu aku sedang melamun tentang omongan
kakaknya itu, Catur mengagetkanku dengan canda tawanya dan senyumnya yang
sangat manis.
Malam harinya, saat aku di ajak
pergi bersama Catur aku di ajak makan malam berdua bersamanya. Tak lama
kemudian, saat aku sedang makan tibatiba Catur mengeluarkan darah pada mulutnya
dan aku langsung memanggil temannya untuk menghampiri aku dan Catur. Catur
menggenggam tanganku dan seakan-akan dia tidak mau aku pergi jauh darinya. Waktu
temannya sudah datang, aku,Catur dan temannya langsung menuju rumah sakit. Saat
di rumah sakit aku menangis tiada hentinya, aku takut sekali kehilangan dia,
takut terjadi apa-apa dengan dia. Saat dokter keluar dariruangannya dan dokter
itu berkata bahwa Catur hanya kecapekan saja,dokter menyuruhnya istirahat yang
cukup dan memperbolehkan Catur untuk kembali pulang ke rumahnya.
Satu minggu kemudian, Catur main ke
rumah dan meminta maaf ke orang tuaku dan terutama aku kalau dia pernah ada
salah. Waktu Catur mau pulang, dia memelukku dengan erat dan dia berkata “ndut,
maafin kesalahanku selama ini yang di sengaja atau tidak. Aku hanya ingin kamu,
jangan pernah tinggalin aku, aku sangat mencintaimu, tapi aku mohon kalau aku
tidak berada di sisimu nanti, aku minta tolong cari penggantiku yang lebih baik
dariku, yang bisa menerima kamu apa adanya, dan yang tentunya ada di saat kamu
sedih ataupun senang.” Katanya
sambil menangis. “ kamu bicara apa sih jangan bicara seperti itu, aku akan
selalu menjagamu sampai kamu benar-benar sembuh.” Kataku sambil menangis. Dan
akhirnya pun Catur pulang ke rumah, dan tak lama kemudian aku di telepon sama
mamanya Catur dan beliau bilang kalau waktu Catur sampai di rumah dia langsung
pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah dan sekarang dia masuk rumah sakit di
ruang ICU.
Pagi harinya aku sama temannya Catur
langsung berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Catur. Waktu itu catur baru
saja sadar dan mengigau namaku. Aku menangis tiada hentinya sambil memegang
tangannya. Catur mulai membuka matanya dan melihat ke arahku sambil mengusap
air mataku “udahlah jangan menangis lagi, aku kan udah bangun sekarang.”
Katanya sambil tersenyum. Aku dan dia pun mulai bercanda-bercanda lagi dan
waktu itu sudah sore dan aku harus kembali ke rumah. Di rumah pun aku sering
telepon sama dia.
Seminggu dia berada di rumah sakit,
dan dia sms aku kalau dia sudah di perboleh kan pulang besok pagi. Tapi
nyatanya Allah berkata lain waktu malam hari Catur menghembuskan nafas terakhir
dan besok paginya aku baru di kasih tau kalau catur sudah tiada untuk
selama-lamanya. Aku langsung datang ke rumahnya dan mayat dia tersenyum tetapi
aku menangis dan tidak percaya kalau dia benar-benar pergi untuk selamanya.
Mamanya mencoba untuk menenangkanku, dan mamanya kasih surat untukku dan surat
itu di tlis catur 3 hari sebelum dia tiada
“ Sebelum aku memejamkan ke 2 mataku, aku
berharap orang yang sekarang mengisi hatiku gak akan pernah menghianati rasaku
kepadanya.terus dan selalu mengerti akan rasaku terhadapnya, jika besok aku
sudah tiada di dunia ini lagi, berikan dia penggantiku yang lebih dariku, yang
lebih segala-galanya dariku. Aku tidak mau pergi dari tatapan matanya, yang
solah melumpuhkan hati ini. Aku tidak ingin pisah darinya, tidak ingin jauh
darinya, izinkan aku untuk selalu bersamanya ya Allah, karna dia telah
mengajariku arti cinta, arti sebuah pengorbanan. Di setiap detik, fikiranku
tidak pernah lepas darinya.”
“Aku sangat sayang kamu Ayu Luthfiyah.”
“Aku sangat sayang kamu Ayu Luthfiyah.”
Itu surat terkhir Catur yang tidak
bisa aku lupakan untuk selama-lamanya.aku hanya bisa menangis saat aku
mengingat tentangnya karena aku sangat rindu terhadapnya. Dan setelah aku
membaca surat itu, aku mengantarkannya ke peristirahatannya yang terkhir dan
aku hanya bisa berdoa agar alm. M. Catur Nugraha di terima di sisinya. Amin...
mbak ayu ,ini ceritanya beneran tah mbak? :o
BalasHapusBeneran mbak... kenapa?
Hapus